Kamis, 19 November 2009

Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir

Suami Pemabuk dan Penjudi, Istri Menyingkir.jpg

Michael Christian, S.Psi., M.A.
Counseling

Reformata.com - Bapak Konselor yang terhormat, saya dan suami sudah menikah selama 5 tahun dan sudah memiliki satu anak. Sejak enam bulan lalu, saya dan suami berpisah. Perpisahan ini terjadi karena suami saya tidak bisa berhenti dari kebiasaan berjudi dan mabuk. Anak saya tinggal bersama suami dan di akhir pekan tinggal bersama saya. Sejak berpisah, saya measa lebih tenang dan bisa mengatur hidup saya tanpa perlu takut menghadapi kemarahan suami ketika dia mabuk. Demi anak, kami masih suka pergi bersama di akhir pekan. Kalau saja suami bisa berubah ingin rasanya saya mau untuk kembali bersama. Tapi sampai saat ini kebiasaan suami mabuk dan berjudi masih saja diteruskan. Apakah rumah tangga saya masih bisa dipertahankan?
X di Jakarta

IBU X yang terkasih, menghadapi pasangan yang memiliki kebiasaan buruk memang tidak mudah. Kebiasaan buruk seperti berjudi dan mabuk bukan hanya bepengaruh negatif pada diri pelaku tetapi juga berpengaruh pada orang-orang yang ada di sekitarnya. Mungkin sudah banyak upaya yang Ibu lakukan, bahkan sampai memutuskan untuk berpisah namun ternyata kebiasaan buruk suami masih saja berlangsung. Menghadapi situasi seperti ini memang bisa melelahkan dan membuat kita putus asa, bahkan putus harapan tentang kemungkinan terjadinya perubahan.
Dari apa yang Ibu sampaikan, saya melihat kemungkinan kemungkinan sebagai berikut: baca selengkapnya..
 
Reformata| Podcast| Slawi Blog| Lidya Blog| Victor Silaen| Bigman Sirait|
Latihan PHP| TV| Kawula Muda| SOSPOL| Konsultasi Keluarga| Konsultasi Hukum| Konseling Keluarga| Konsultasi Teologi| Resensi blog| Multimedia/Movie| Ebook| Khotbah Populer| Mata Hati| Ragam Gereja| Tutorial Video| Maid Meti| Article| Jejak Teolog| Slawi Blog| Slawi TV| Slawi Tutorial| Slawi Radio|

sponsored by : TABLOID REFORMATA